Huawei Hanya Akan Memproduksi Ponsel 50 Juta Unit di Tahun 2021

  • Home
  • Fix-Tory
  • Huawei Hanya Akan Memproduksi Ponsel 50 Juta Unit di Tahun 2021

Huawei saat ini masih terus meluncurkan ponsel Android dan sedang berencana meluncurkan Huawei Mate 40. Tapi semua ponsel yang dirilisnya tentu tidak dibekali dengan Google Mobile Services (GMS), sehingga ada beberapa orang yang khawatir. Dan untuk tahun depan Huawei berencana hanya akan memproduksi ponsel 50 juta unit saja. Jumlah ini lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai lebih dari 150 juta unit.

Dikutip dari Gizmochina, 50 juta unit mungkin terdengar jumlah yang besar. Tapi jumlah ini 74% lebih sedikit dibanding tahun lalu. Pada tahun 2019 lalu Huawei berhasil mengkapalkan sampai 240 juta unit. Di tahun 2020 ini Huawei berhasil mengkapalkan sampai 190 juta unit. Jadi dapat dikatakan jumlah ini berbeda jauh dibanding yang akan dilakukan tahun depan yang hanya 50 juta unit saja.

Alasannya bukan hanya karena sertifikasi ponsel tanpa Google. Tapi karena Donald Trump sudah melarang produksi apapun yang menyangkut antara Amerika dan Huawei. Huawei tidak dapat membuat chipset buatan Qualcomm karena teknologi mereka berasal dari Amerika Serikat. Huawei juga tidak dapat lagi membuat chipset Kirin karena TSMC yang membantu Huawei menggunakan teknologi dari Amerika Serikat.

Huawei sebelumnya sudah mencari solusi dengan SMIC, salah satu pembuat chipset asal pabrikan Cina untuk bisa Kembali membuat chipset Kirin. Tapi Amerika Serikat juga berencana untuk memblokir SMIC untuk mencegah Huawei membuat chipset.

Hal ini sampai saat ini memang masih kontroversi. Karena ada yang mengatakan Huawei dilarang karena menyalahgunakan teknologi besarnya untuk menyadap para penggunanya. Tapi ada juga yang mengatakan Amerika Serikat takut jika Huawei merajai pasar teknologi, karena Huawei dibentuk oleh mantan veteran militer. Sebelumnya Huawei berhasil mengalahkan Apple dan Samsung. Tapi jika produksi ponsel Huawei dibatasi, posisi Huawei di dunia bisa terancam turun.



2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *