Dari WhatsApp Mau Pindah Ke Signal Atau Telegram? Perhatikan Hal Ini….

  • Home
  • Fix-Info
  • Dari WhatsApp Mau Pindah Ke Signal Atau Telegram? Perhatikan Hal Ini….

Semenjak kebijakan baru WhatsApp, banyak pihak yang berfikir untuk berpindah aplikasi. Saat ini ada dua alternatif kuat, yaitu Signal dan Telegram. Tapi sebenarnya dua alternatif tersebut tidak unggul dalam segala hal. Ketiga aplikasi chatting ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, mulai dari fitus sampai keamanan.

Elon Musk, Jack Dorsey, dan para petinggi teknologi lainnya banyak yang merekomendasikan Signal dan Telegram saat mendengar WhatsApp mengeluarkan kebijakan yang dipertanyakan. WhatsApp mengatakan akan membagikan data penggunanya kepada Facebook. Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan data mana yang dibagikan. Walaupun WhatsApp telah memberikan klarifikasi, tapi masih banyak orang yang kurang percaya. Maka dari itu Telegram dan Signal disini akan dibandingkan sebagai alternatif dari WhatsApp

Signal

Signal adalah aplikasi perpesanan yang bisa diunduh di Google Play Store dan App Store. Aplikasi ini didirikan oleh organisasi non-profit Signal Foundation, yang sudah digunakan bertahun-tahun oleh salah satu mantan CIA Edward Snowden.

Tentunya aplikasi ini sudah terenkripsi sehingga siapapun, termasuk Signal sendiri, tidak dapat membaca pesan kita. Jadi Ketika membicarakan konteks keamanan privasi, Signal ini sulit dikalahkan. Aplikasi ini tidak menyimpan data pribadi. Notifikasi juga bisa diatur menjadi blank, bia dikunci, dan ada fitur pesan yang bisa otomatis menghilang.

The Guardian, The Washington Post, The New York Times, dan The Wall Street Journal merekomendasikan Signal ini kepada para reporternya. Karena Signal ini mengedepankan privasi data, jadi sebenarnya fiturnya tidak sekaya competitor lainnya.

Telegram

Untuk masalah keamanan, Telegram berada diantara Signal dan WhatsApp. Karena Telegram ini membuat suatu lingkungan seperti social media, tapi tetap tidak menyimpan data pengguna pribadinya. Data yang disimpan oleh Telegram hanya nama, nomor telepon, kontak, dan user ID. Hal ini disimpan untuk mudah ditemukan oleh pengguna lainnya.

Telegram menyimpan juga IP Address, dimana Signal tidak melakukan hal ini. Telegram juga sebenarnya tidak mengenkripsi perpesanan. Kita harus mengaturnya di pengaturan yang ada di aplikasi tersebut, termasuk pembicaraan di grup.

Dengan “semi” keterbukaannya ini, Telgram pernah dibobol sampai 42 juta user ID terungkap ke public pada Maret 2020 lalu, oleh seorang warga Iran.

WhatsApp

Untuk masalah keamanan WhatsApp sebenarnya sekelas dengan Signal. Tapi ada Sebagian keamanan enkripsi WhatsApp adalah open source, yang mengakibatkan lebih memungkinkan untuk dibobol dibanding Signal.

Pada Januari 2020 lalu ponsel Jeff Bezos berhasil dibobol melalui virus video yang masuk lewat WhatsApp. Pernah juga ada kasus dimana 1.400 perangkat berhasil dibobol yang mengakibatkan FaceBook dituntut. Hal ini dikarenakan media backup cloud WhatsApp yang agak mudah ditembus. Karena kini menggunakan backup dari Google yang lebih terbuka. Tidak lagi menggunakan server WhatsApp sendiri seperti dulu.

Tapi memang tidak bisa dipungkiri banyak orang, kantor, atau bidang lainnya yang menggunakan WhatsApp ini. Sehingga cukup sulit untuk berpindah ke aplikasi lain.

Jadi sebenarnya tidak perlu buru-buru berpindah aplikasi perpesanan. Karena saat ini juga WhatsApp masih terus memperbarui kebijakannya. Tapi jika memang mengedepankan keamanan, Signal adalah pilihan terbaik. Jika memang ingin lebih bebas dibanding WhatsApp, bisa sambal bersosial media, bisa pilih Telegram. Dan dibawah ini ada table perbandingan antara tiga aplikasi tersebut, yang dimana bisa digunakan sebagai pembanding terakhir sebelum memutuskan untuk berpindah dari WhatsApp atau tidak.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *