7 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Melakukan ROOT!

  • Home
  • Fix-Tips
  • 7 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Melakukan ROOT!
  1. Root tidak mempercepat kinerja smartphone

Banyak yang ingin di root HPnya dengan harapan kinerja dan kecepatan meningkat. Padahal root tidak akan berefek seperti itu. Root hanya menjadikan kita dari “user” menjadi “admin”. Yang bebas mengatur system dan hal lainnya. TAPI jika sesudah diroot dilakukan perlakuan lain seperti menghapus aplikasi system yang tidak penting, menginstal custom rom, dan lainnya. Kinerja HP bisa lebih ringan dan cepat. Tapi itu karena bantuan software. Bukan kinerja otak atau memori yang bertambah.

  1. Root tidak membuat boros daya atau performa

Fakta kedua ini masih berhubungan dengan yang pertama. Banyak yang mengaggap seperti ini. Padahal kenyataannya salah. Jika setelah root HP terasa boros atau malah kinerjanya menjadi turun. Coba periksa lagi. Biasanya ada aplikasi atau perlakuan yang dilakukan setelah di root yang mempengaruhi itu. Bisa karena sembarangan memasang aplikasi yang butuh akses root atau lainnya. Jika ingin memasang aplikasi yang butuh akses root, harus tahu apa positif dan negatifnya. Sekali lagi root hanya menjadikan user menjadi admin.

  1. Tidak ada istilah FULL ROOT

Jika teman-teman Fixme berhasil root HPnya. Sudah bisa membuka aplikasi yang butuh akses root seperti link2sd, root explorer dan lainnya. Itu sudah bisa dikatakan root sukses!. Sudah bisa dikatakan sudah mendapatkan akses penuh kedalam system.

Baik kingroot, superSU atau yang terbaru Magisk. Tidak ada istilah full supersu atau full magisk. Jika memang sudah berhasil di root berarti sudah beres masalah root. Tinggal perlakuan teman-teman Fixme kedepannya yang menentukan.

 

  1. Safety-Net di Magisk Tidak menjadi patokan

Jika teman-teman Fixme melakukan root pada HPnya menggunakan Magisk. Pasti tidak asing dengan istilah SafetyNet. Sekilas SafetyNet adalah keamanan dari Google yang bisa mendeteksi apakah ada system yang membuat HP kita terancam kemanannya. Baik itu dari root sendiri atau aplikasi lainnya. Dan kemampuan dan keamanan tiap HP berbeda. Ada HP yang sudah diroot menggunakan Magisk safetyNet nya aman, ada yang tidak walaupun sudah di custom rom atau dicoba otak-atik sedemikian rupa.

Tapi safetyNet merah atau tidak aman. Bukan berarti root yang sudah dilakukan dan ingin disembunyikan sama sekali tidak bisa berfungsi atau digunakan. Memang ada aplikasi yang mengharuskan safetyNet aman dan ada yang tidak. Ada juga aplikasi yang tetap tidak bisa digunakan walau safetyNet aman. Padahal sudah di cek dengan aplikasi rootbeer atau native root checker pun aman. Itu semua karena keamanan tiap aplikasi berbeda.

Dan aplikasi yang ingin digunakan tidak bisa dibuka atau bermasalah bukan karena hanya dari sisi root nya atau bahkan safetyNet nya saja. Banyak factor lain. Jadi harus tahu apa yang mempengaruhi dari keamanan baik dari root itu sendiri, system atau bahkan aplikasi yang ingin dipakai setelah di root.

  1. Root tidak membuat HP rusak

Masih ada sangkut pautnya dengan point ketiga. Jika sesudah di Root dan sudah bisa membuka aplikasi standar yang butuh akses root sudah sukses, seperti link2sd dan root explorer. Berarti root tidak ada yang salah. Root salah pasti akan ketahuan diawal. Yaitu HP menjadi bootloop. Tidak menyala atau stuck di logo.

Yang menentukan HP menjadi bermasalah setelah root sukses itu, adalah pemakaian user itu sendiri. Jika sudah memasang aplikasi yang butuh akses root yang lebih dalam seperti mengatur clockspeed, xposed installer atau mengatur build prop dan lainnya. Barulah harus lebih berhati-hati.

  1. Root Checker , Root beer atau aplikasi untuk cek akses root TIDAK BISA JADI JAMINAN

Banyak yang setelah di root langsung mengecek keberhasilan dan keamanannya setelah di root. Aplikasi paling dasar adalah root checker. Root checker sudah lumayan lama ada di playstore. Tapi terkadang respon root checker itu lebih lama dibanding yang lain untuk cek akses root. Lebih baik setelah diroot langsung membuka aplikasi yang memang akan digunakan dan butuh akses root. Seperti root explorer, link2sd (yang bisa digunakan untuk menghapus aplikasi system), xmod atau lainnya.

Dan yang terbaru banyak aplikasi untuk mengecek keamanan apakah hasil root dan otak-atik kita sudah aman tidak terdeteksi system? Karena memang ada beberapa aplikasi yang tidak bisa dibuka setelah di root tapi masih bisa diakali untuk masih bisa dibuka. Seperti root beer atau native root checker. Walaupun saat sudah di root dan berusaha menyembunyikan root tersebut ternyata saat di cek, root masih tidak aman atau root sudah aman. Belum tentu saat perlakuan dan kegiatan kedepannya seperti saat pengecekan itu.

Belum tentu saat cek di root beer/native root checker tidak aman tapi tidak bisa menggunakan root yang sudah disembunyikan. Belum tentu juga jika sudah dicek sudah aman tapi saat menggunakannya dijamin 100% aman. Itu semua tergantung pemakaian dan aplikasi apa saja yang akan dipakai.

Jika ternyata hasil dan aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan root diupdate, root dan settingan yang sudah dilakukan bisa hilang atau sudah tidak berfungsi. Karena keamanan yang lebih update atau settingan yang hilang/sudah tidak sesuai setelah diupdate.

Dan jika teman-teman Fixme terus berusaha menyembunyikan root, cara pertama masih terdeteksi root beer/native root , cara kedua sudah agak aman dan cara terakhir sudah aman total. Bukan berarti di aplikasi lain root sudah aman. Karena keamanan tiap aplikasi itu berbeda. Aman menurut rootbeer belum tentu aman menurut native root checker dan belum tentu juga aman menurut aplikasi biasa seperti mbanking.

Jadi semuanya tergantung pemakaian dan kebutuhan dari aplikasi yang akan dipakai. Sesuaikan apakah root harus benar-benar disembunyikan atau tidak. Karena keamanan tiap aplikasi berbeda.

  1. Keamanan Ditentukan Oleh User. Bukan dari ROOT

Banyak yang ingin menghilangkan root atau bahkan ingin di root karena mempertimbangkan masalah keamanan seperti data pribadi, virus yang masuk atau hal yang tidak diinginkan lainnya. Padahal Hp di root atau tidak, sama seperti sebelumnya. Itu semua tergantung ke pemakaian user. Jika sembarangan unduh di browser, sembarangan menginstal aplikasi diluar playstore, sembarangan memindahkan file atau install aplikasi yang butuh akses root tanpa mengetahui plus minusnya. Itulah yang membuat bahaya.

Jadi lebih bijaklah dalam pemakaian smartphone. Baik root atau tidak, ponsel semahal apapun kerusakan atau keamanan yang ada itu semua tergantung dari user sendiri.

Yang pasti tidak ada root terbaik itu menggunakan supersu, kingroot atau magisk atau lainnya. Semuanya tergantung kebutuhan. Aplikasi Rootbeer sebagai aplikasi root checker sendiri pun bilang “tidak ada jalan 100% untuk mengecek hasil dari root”



1 Comment

avatar

Wow, incredible blog layout! How long have you been running a blog for?
you make blogging glance easy. The total look of your website is fantastic, let alone the content material!
You can see similar here e-commerce

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *