32 Juta Pengguna Chrome Terancam Virus Berbahaya

  • Home
  • Fix-Tory
  • 32 Juta Pengguna Chrome Terancam Virus Berbahaya

Google Chrome menjadi salah satu browser yang paling banyak dipakai di dunia. Apalagi aplikasi ini biasanya sudah terpasang di setiap ponsel Android. Tapi kabar terbaru mengungkapkan bahwa sebanyak 32 juta pengguna Google Chrome terancam virus berbahaya. Virus ini menyebar lewat extension yang mencurigakan.

Google Chrome sampai saat ini memegang 2/3 pasar browser di dunia, yang mengartikan luar biasa tapi juga sangat lebih rentan diincar oleh para hacker dan virus. Saat ini pengguna Google Chrome terancam ancaman baru. Sebuah operasi spyware besar-besaran menyerang 32 juta pengguna lewat sebuah extension. Jika yang belum tahu, extension ini biasanya adalah sebuah fitur atau aplikasi tambahan di Chrome yang memiliki fungsi berbeda-beda.

Pertama kali dilaporkan oleh Reuterss, spyware ditemukan oleh peneliti dari Awake Security. Google mengatakan sudah menghapus 70 extension yang mencurigakan dan berbahaya.

Extension ini bukan main. Mereka secara sembunyi-sembunyi memonitor setiap aktivitas pengguna dan akan mencuri semua data penting yang ada di perangkat yang digunakan. Yang menggunakan extension ini juga cukup banyak. Jadi ini bisa dianggap serius.

Extension ini juga bisa menghindari berbagai perlindungan antivirus, atau security tools lainnya. Sang dalang memiliki ribuan domain dan lebih dari 15.000 datang dari Israel, lebih tepatnya mereka disebut Galcomm.

Saat ini Google terus berusaha membasmi dan menambal keamanannya. Tapi sangat dihimbau untuk para pengguna browser apapun untuk tidak memasang extension sembarangan. Jangan memasang extension yang tidak jelas tujuannya. Extension ini juga biasanya terpasang secara tidak sengaja dengan menjelma sebagai tombol unduhan suatu file. Atau menyamar sebagai sebuah iklan dan terkesan memaksa pengguna untuk mengunduh dan memasang extension tersebut. Jadi harus berhati-hati jika mengunduh suatu file di internet.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *